Langsung ke konten utama

UNBOXING CAPRES 2019

Berhubung saya sudah tahu partai mana yg cocok dengan kriteria (saya). Step selanjutnya biar gak jadi pemilih OON tanggal 17 nanti, maka perlulah saya UNBOXING CAPRES dan CALEG2 yg diusung oleh partai ini. Partai apa sih? (niatnya pengen maen rahasia2an tapi gatel wkwk)

Yaaa PKS guys!

Oke, pertama saya UNBOXING dulu Capresnya ya.
Udah jelaa ya, PKS ini mengusung PRABOWO-SANDI.
Bisa dibilang, kubu ini penantang petahanan dengan jumlah partai koalisi yg sangat minim kalah lah kalo dibanding lawan mah. Ditambah kalo ngomongin elektabilitas, wah lumayan jauh (katanya). Belum lagi rumor2 mengenai track record Prabowo di tragedi 98. Terus katanya jauh dari kehidupan warga sipil, karena background nya yg TNI-AD. Terus suka ditanyain "Pak Prabs jumatan dimana?"
Iya yah, Pak Prabs kan lahir dari keluarga beda agama. Ibunya kristen bapaknya islam.
Aing jadi bertanya, kenapa ijtima ulama pilih pak prabs ya?
Apakah ini ulama abal2? (tanyaku dalam hati. Aih)
ASLI ADA YG TAHU GAK KENAPA? WKWK

Tapi meskipun gitu, meskipun emang kayaknya Pak Jokowow punya kelebihan yg lebih banyak dari Pak Prabs, toh saya juga gak bisa menutup mata tentang cerita Jokowow. Cerita yg membuat saya malas memilih belio meskipun kinerja belio emang bagus, ya Alhamdulillah.
Ini loh ceritanya,

Saya tuh tepuk jidat aja pas Pak Jokowow menggaet kiyai Ma'ruf sebagai wakilnya. Suudzonnya saya, belio ini kemakan berita kalo Pak Prabs bakal menggaet ulama sebagai wakilnya. Dan disana koalisi Pak Jokowow pasti deg2an kejer, mengingat umat Islam kan pasti terngiang2 kejadian Ahok itu. Koalisi pasti langsung mikir "mati ni aing matiii". Nah jadilah untuk mengamankan suara di basis umat Islam, digaetlah Pak Kiyai. Tapi ujungnya aing bukan malah tertarik loh, jadi malah mikir "ANJAY PARAH INI KOALISI MEMANPAATKAN ULAMA CUMA DEMI SUARA" Bapak Kiyai yg sudah sepuh, dimanfaatin macam gitu (eehh ini asumsi saya aja ya, saya mah gak tahu alasan yg sebenernya wkwk)
Terus saya juga sampe mikir, ini kayaknya sengaja milih yg tua. Biar tar kalo kepilih, Pak Kiyai sakit, terus digantiin sama orang mereka (org yg ditentukan sama partai pemenang kan pastinya). Wah gabisaaaaaaaaaaa. Aing ga mau itu terjadiiiiiiii hwaaaahhhh (emosi memuncak)

Beneran loh, dari pemikiran itu saya ogah bener pilih Pak Jokowow, meskipun kinerjanya baguss, terus gaya kepemimpinannya ya oke lah ya, cucu nya lucu-lucu, anak-anaknya sehat2 dan kadang nyebelin juga karena suka bikin tritwar antara martabak sama sangpisang (kocak emang)

Tapi

Aku tak suka orang2 disekitar Pak Jokowow.
Orang2 yg menganggap Pak Jokowow ini petugas partai, yg artinya bisa ia bawa kesana-kemari.
Satu kasus yg lekat dihati saya adalah kasus Novel Baswesan. "SEGOBS APA SIH POLISI RI SAMPE GAK BISA NEMUIN PELAKUNYAAAAA. KESEL AING TU KESEL. LOGIKA AING TU GA SAMPEEEEE BUAT MENGAMINI KINERJA MEREKA YG AAAAHHHHH" "TIM KHUSUS KEPRESIDENAN MANA WOY? KATANYA MAU BANTU NGUSUT WOOYYY?"
Astagfirullah maafkan hamba yg emosial Ya Allah~

Nah dari situ sih, saya mulai tertarik dengan Pak Prabs. Disamping latar belakangnya yg gak Islam2 banget, kinerjanya yg abu2, dan banyaknya penghujat. Tapi saya melihat orang2 disekitar belio. Banyak para ulama, banyak org2 baik (insyallah). Seenggaknya ada harapan yg sesuai sama kepercayaanlah.
Saya juga percaya, orang2 disekitar Pak Prabs bakal bantu kearah yg baik, dan Pak Prabs nya sendiri saya pikir cukup tegas buat ambil keputusan yg gak sembarangan. Buktinya aja pas belio pilih sandiaga uno. Siapaaa coba yg nyangka pak sandi yg bakal ngedampingin? Se indonesia udah sangka pasti ulama yg dampingin Pak Prabs, karena ijtima bilang gitu. tapi toh enggak. Pak Prabs cukup tegas sama pendiriannya buat pilih Sandi.
Jadi perpaduannya cocoklah, lingkungan Pak Prabs kondusif dan belio punya pendirian sendiri (teu kabawa sakaba-kaba istilahna mah)

Finally, gak galau lagi akutuuuuu 😭😭😭😭😭😭
Ah legaaaaaaaaa~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKILAS TENTANG HAKIKAT KURIKULUM

Widia Damayanti (1505098) Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis E-mail: widiadmy@gmail.com Berbicara tentang kurikulum, bicara pula tentang pendidikan. Salah satu tujuan dari pendidikan adalah meningkatkan kemampuan seseorang dalam usahanya mencapai kesejahteraan, maka penting bagi pendidikan untuk dapat menyalurkan ilmu pengetahuan, salah satunya dalam bentuk pembelajaran. Untuk mengakomodasi siswa dalam proses pembelajaran maka diperlukanlah kurikulum. Kurikulum merupakan suatu rancangan yang berisikan pedoman dari kegiatan pembelajaran. Hamalik (2007) menyatakan bahwa pengertian kurikulum dapat ditinjau dari dua sisi yang berbeda, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Pandangan lama merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh murid untuk memperoleh ijazah. Sedangkan pandangan baru merumuskan bahwa curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and expe...

KENAPA TAKUT BERSAMA

  Saya sangat menyadari bahwa hubungan yang sedang saya jalani hari ini bukanlah hubungan yang baik-baik saja. Bahkan diberbagai sisi terkesan lebih buruk daripada hubungan saya sebelumnya dengan mantan saya. Hubungan ini pun berakar dari sebuah pertentangan prinsip yang sangat mendasar, saya yang mempercayai bahwa hubungan sosial tanpa memandang gender lazim terjadi dan dapat berjalan lancar tanpa adanya perasaan semu yang akan bermuara pada kondisi baper. Sedangkan si dia sangat keukeuh bahwa hubungan sosial sangat terkait dengan gender, dimana hubungan antara perempuan dan laki-laki yang dijalin secara baik pasti akan bermuara pada perasaan baper diantara keduanya. Prinsip dia yang saya anggap sangat close minded ini nyatanya dibutakan dengan paras tampannya yang betah saya lihat setiap hari. Hingga akhirnya memutuskan untuk bertemu secara langsung alias kopdar. Diawal pertemuan ini, pembicaraan kami cukup lancar. Saya memang tak pandai bercerita, namun pandai memancing pe...

MILLENIALS NASOL TAK LAWAN PROPOSAL TANPA LAPORAN #PemudaMendesa – Widia Damayanti for Anti Corruption Youth Camp 2017

MILLENIALS NASOL TAK LAWAN PROPOSAL TANPA LAPORAN #PemudaMendesa – Widia Damayanti for Anti Corruption Youth Camp 2017 “Kalau ada ya Alhamdulillah neng, kalau pun gak ada ya Alhamdulillah juga ajalah hehe.. mungkin itu jalan saya untuk terus ikhlas” dengan iringan tawa si gadis desa yang kesehariannya mengajari anak-anak tentang agama itu sedikit asem-asem manis ketika mendapatkan pertanyaan mengenai upahnya mengajari anak-anak desa di madrasah diniyah yang bertempat di Desa Nasol. Gadis itu rutin berangkat setiap sore baik hujan maupun tidak demi membagikan pengetahuan agamanya untuk para anak-anak desa disana. Senada dengan gadis tersebut, wanita separuh baya pun berkata “Ya.. Bersyukur saja.” Hal itu pun tak lupa diamini oleh wanita paruh baya lainnya yang sama-sama berkegiatan mengajari anak-anak mengaji. Memang keteguhan iman menguatkan benih-benih semangat yang tertanam didalam hati mereka, jelas sehingga perasaan ikhlas tak sempat absen. Baik memang istilah tanpa pamrih,...