Langsung ke konten utama

AKU INGINNYA HARTA, TAHTA DAN CINTA

Harta, Tahta dan Wanita
Eh apaaa harta, tahta, dan pria?
Yaudah harta, tahta dan cinta aja gimana?

Katanya laki-laki bisa hancur gara2 tiga hal itu yah?

Hidup memang tak lepas dari macam2 urusan yg kadang jelimet sampe gak habis pikir. Terkhusus dalam hidup seorang lelaki, konon ada 3 hal yg saling berkaitan satu-sama lain.
Pertama mengenai harta.
Harta itu identik dengan benda2 materil. Uang segepok misalnya. Ini memang menjadi pikiraneun para laki, sabab mereka wajib pisan menafkahi keluarganya. Karena sesoleh-solehnya wanita, makannya tetep pake duit bukan pake cinta duuul.
"bi meser beas, sakilo sabaraha? "
" sarebu cinta jang! "
Mashook pak eko mashook :(((
Lalu gimana harta bisa menghancurkan laki? Harta itu dicari, dan nyarinya gak semudah mengiceupkan kedua  mata. Kadang karena kalap dan gelap mata, segala cara digiles sampe tak pandang baik buruk, haram halal.

Kedua tentang tahta.
Kekuasaan, jabatan, posisi. Hal2 semacam itu jelas menarik dimata laki2. Semakin bagus jabatan toh semakin bagus citra diri didalam lingkungan sosial. Bener nga?
Tapi kekuasaan atau jabatan pun nyatanya bisa bikin gelap gulita. Semakin bagus jabatan biasanya makin seenak dewek karena merasa diti punya kuasa. Yaaang pada akhirnya toh akan menjatuhkan diri sendiri jugaaa
Terakhir wanita.
Ini sih yg katanya sampe bikin hati dan pikiran laki terombang-ambing, bahkan sampe buta huruf eeehhh wkwk
Kenapa coba? Ya gitu, karena terlalu cinta. Biasanya everything you have dengan mudah dikasihin ke wanita, supaya si wanita tetap setia.
Contoh2 diatas hanya satu dari sekian banyak kemungkinan kenapa tahta, harta dan wanita itu konon bisa memporak-porandakan kehidupan.
Jika kita amati lagi, ketiga hal itu juga bisa menjadi kesatuan yg saling mempengaruhi satu sama lain. Ketika tahta didapat, biasanya harta pun tak susah payah didapat toh wanita apalagi.
Dan begitu pula sebaliknya, ketika satu ancur semuanya ikut ancur. Begitulah kiranya sehingga ketiga hal ini disebut lingkaran setan.
Nahloh, lalu apakah ini berlaku buat laki2 sahaja kah? Buat wanita sendiri, apakah kebal dari hal2 tersebut?
Nyatanya saya pikir tidak juga. Wanita sama saja. Ketiga hal itu sepertinya tak repot2 membedakan gender. Mungkin hanya saja agar lebih egaliter, patutlah dirubah menjadi
Tahta, Harta dan Cinta
Saya sebagai wanita ya jelas merasa memikirkan ketiga hal itu dalam menjalani kehidupan yg fana ini. Jujur saja, tidak bisa tidak.
Dan memang benar, kadang mereka bisa pelan2 menghancurkan jalan hidup yg telah dibangun selama ini.
Namun hey namun, gak setiap saat juga kok mereka mengakibatkan keributan dalam hidup ini. Asal, kita cerdas menyeimbangkan ketiganya. Berlebihan dalam satu hal kan sangat tidak baik. Bener ga? Kan segala kemudaratan itu kebanyakan lahir dari hal-hal yang berlebihan.
Akhir kata, mari menjalani hidup ini dengan penuh kekhidmatan, menundukan kepala pada yang maha besar, berpegang pada titah-Nya, jangan terlalu muluk2, ketahui batasan diri dan tetap apa saudara2??
Tetap seeeemaaaangaaaattttt iyeeeyyyy!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKILAS TENTANG HAKIKAT KURIKULUM

Widia Damayanti (1505098) Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis E-mail: widiadmy@gmail.com Berbicara tentang kurikulum, bicara pula tentang pendidikan. Salah satu tujuan dari pendidikan adalah meningkatkan kemampuan seseorang dalam usahanya mencapai kesejahteraan, maka penting bagi pendidikan untuk dapat menyalurkan ilmu pengetahuan, salah satunya dalam bentuk pembelajaran. Untuk mengakomodasi siswa dalam proses pembelajaran maka diperlukanlah kurikulum. Kurikulum merupakan suatu rancangan yang berisikan pedoman dari kegiatan pembelajaran. Hamalik (2007) menyatakan bahwa pengertian kurikulum dapat ditinjau dari dua sisi yang berbeda, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Pandangan lama merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh murid untuk memperoleh ijazah. Sedangkan pandangan baru merumuskan bahwa curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and expe...

KENAPA TAKUT BERSAMA

  Saya sangat menyadari bahwa hubungan yang sedang saya jalani hari ini bukanlah hubungan yang baik-baik saja. Bahkan diberbagai sisi terkesan lebih buruk daripada hubungan saya sebelumnya dengan mantan saya. Hubungan ini pun berakar dari sebuah pertentangan prinsip yang sangat mendasar, saya yang mempercayai bahwa hubungan sosial tanpa memandang gender lazim terjadi dan dapat berjalan lancar tanpa adanya perasaan semu yang akan bermuara pada kondisi baper. Sedangkan si dia sangat keukeuh bahwa hubungan sosial sangat terkait dengan gender, dimana hubungan antara perempuan dan laki-laki yang dijalin secara baik pasti akan bermuara pada perasaan baper diantara keduanya. Prinsip dia yang saya anggap sangat close minded ini nyatanya dibutakan dengan paras tampannya yang betah saya lihat setiap hari. Hingga akhirnya memutuskan untuk bertemu secara langsung alias kopdar. Diawal pertemuan ini, pembicaraan kami cukup lancar. Saya memang tak pandai bercerita, namun pandai memancing pe...

Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) dan Kontrovesi Pacaran itu Sendiri

Apa sih pacaran? Aktualisasi cinta? Komitmen? Main-main? Gaya-gayaan? Awalnya, tidak ada yang salah dengan pacaran sampai fenomena sinetron dengan pengaruh media yg mudah diakses oleh kalangan merebak. Mulanya pacaran hanya istilah lain, sepadan dengan ta'aruf. Sampai fenomena globalisasi memperlihatkan budaya luar khusunya budaya barat yg mencapai 360° bedanya. Pacaran itu cukup penting, dimasa itu kita diizinkan kenal lebih dalam dengan si dia yg mmm mungkin akan jadi pendamping hidup, sampai batas pacaran bobol oleh banyak faktor yang pada akhirnya menjadi bencana bagi si yang pacaran. Karena kemudaratan yg acap kali hadir dalam hubungan pacaran, akhirnya banyak bermunculanlah komunitas2 yg menyuarakan anti pacaran yang tidak jarang ahh bahkan selalu membawa agama dalam kampanye2nya. Apalagi sekarang isu kekerasan dalam pacaran yang kebanyakan korbannya adalah wanita, memperkuat Statement bahwa pacaran itu tidak boleh. Kalau ta'aruf boleh. Di Jawa Bara...